Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label PAI
Hukum Tajwid Pada Surat Al-Imran Ayat 190-191 serta Keterangannya Hukum tajwid pada surat Al-Imran ayat 190 dan 191 serta keterangannya  – Membaca Al-Qur’an hendaknya menggunakan ilmu tajwid. Tujuannya adalah agar bacaan menjadi benar dan dampaknya terhadap pahala akan lebih maksimal. Jika ada yang mengatakan bahwa tajwid membuat bacaan terdengar indah, hal tersebut mungkin kurang tepat. Karena ini tergantung dari si pembaca bagaimana teknik membacanya. Pada postingan ini saya ingin menjabarkan hukum tajwid yang berlaku pada ayat Al-Qur’an tepatnya surat Al-Imran ayat 190 dan 191. Agar lebih jelas, saya juga melengkapinya dengan penjelasan dan cara membacanya. Berikut ini untuk lebih jelasnya : Keterangan : ﺇِﻥَّ : Ghunnah, karena huruf nun berharokat tasydid. Membacanya dengan mendengung dan ditahan sesaat. ﻓِﻲْ : Mad thobi'i, karena ya' sukun didahului huruf berharokat kasroh. Dibaca panjang 2 ketukan. ألسَّـ : Alif lam syamsiyah, karena alif lam bertemu dengan salah satu hur...

FUNGSI AKAL MENURUT AL-HABIB ALI BAHARUN

FUNGSI AKAL menurut Al-Habib Ali Baharun     BIOGRAPHI HABIB ALI BAHARUN  Sekilas Biografi Habib Hasan Baharun (Pendiri Ma’had Darullughah Wadda’wah, Bangil,Pasuruan, Jawa Timur) “Ustadz Hasan adalah orang pertama yang membuka kembali hubungan antara Yaman dan Indonesia setelah terputus puluhan tahun lamanya dan beliau yang mulai mengirimkan santrinya untuk belajar di Yaman sehingga semua pahala orang yang belajar keYaman akan kembali pahalanya kepada Al-Alim Al-Allamah Adda’i Ilallah Al-Ustadz Hasan Baharun.” Demikian penuturan Habib Umar Bin hafidz di depan para santri dan ulama dalam ziarohnya di Pondok Raci 2 tahun setelah wafatnya Habib Hasan Baharun. Al Habib Hasan Baharun lahir di Sumenep pada tanggal 11 Juni 1934 dan merupakan putra pertama dari empat bersaudara dari Al Habib Ahmad bin Husein dengan Fathmah binti Ahmad Bachabazy. Adapun silsilah dzahabiyah yang mulia dari beliau adalah Al Habib Hasan Bin Ahmad bin Husein bin Thohir bin Umar Bin Baharun. Sejak ke...

ukhuwah islamiyah (persaudaraan)

Oleh Ustadz Abdullah Hadrami Majelis yang terbaik itu adalah majelis-majelis yang menjadikan kita semakin taat kepada Allah dan mengenalNya serta menunjukkan kepada kita jalan yang menyampaikan kepadaNya. Kita semua datang dari berbagai penjuru yang jauh dan berkumpul di majelis ini dikarenakan satu sebab, yaitu IMAN. Hati-hati kita telah terikat oleh ikatan IMAN sehingga kita menjadi bersaudara dalam IMAN. Allah telah memberikan nikmat kepada orang-orang beriman berupa ikatan keimanan. Allah berfirman kepada RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gag...

empat pengendalian diri menurut Al-Qur'an

Ditemui di dalam Alquran ada empat ayat yang menjelaskan tentang pengendalian diri, melalui gubahan kata  ‘affa-ya’iffu-‘iffah . Keempat ayat tersebut dapat dipahami sebagai contoh sifat manusia yang mencapai kemampuannya dalam mengendalikan diri. Lalu, apa saja bentuk pengendalian diri yang dijelaskan di dalam Alquran itu?. Berikut ini penjelasannya: Pertama,  orang miskin yang tidak memperlihatkan kemiskinannya. Mereka berhak menjadi objek sedekah atau zakat, tapi tidak memperalat kemiskinan itu untuk meminta-minta. ”(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui” (Al-Baqarah 273) . Kedua,  orang yan...